Thursday, May 26, 2011

The Voyager 1


Misi Utama

Voyager 1 adalah sebuah pesawat antariksa nirawak yang saat ini masih beroperasi di luar tata surya Bima Sakti. Pesawat yang memiliki berat 721.9 kg ini pertama kali diluncurkan dengan tujuan untuk mengunjungi dua buah planet yang terdapat di bagian luar tata surya Bima Sakti, yaitu planet Jupiter dan planet Saturnus. Voyager 1 merupakan wahana antariksa tanpa awak pertama yang bisa menyediakan gambaran jelas dari bulan/satelit yang dimiliki kedua planet tersebut.




Regnauld Buntario (13607054)

Windy Romana (13607062)

Andrea Glenn Sebastian (13606000)

Planet C Mengitari Venus


Planet C diluncurkan pada 21 Mei 2010 di Tanegashima Space Center, Tanegashima, Jepang. Misinya akan dijalankan selama 2 tahun atau lebih.
Satelit ini diluncurkan dari bumi dengan roket H-IIA 202. Roket ini berbahan bakar cair.
Ada perkiraan bahwa planet C akan bertemu dan mulai mengitari venus pada 7 Desember 2010 dengan orbit elips dengan jarak 300 km sampai 80000 km




Deasy Nathalia Mannuragie 13606063
Rizky Fitdian Utomo 13607052
Nila Husnayati 13607061
Eko Trisucipto 13607069
Seno Sahisnu 13608030

2001 Mars Odyssey



2001 Mars Odyssey adalah wahana robotik yang mengorbit planet Mars. Proyek ini dikembangkan oleh NASA, dan dikontrakkan kepada Lockheed Martin, dengan biaya yang diharapkan untuk misi keseluruhan sebesar US $ 297.000.000 Misinya adalah untuk memantau jejak aktivitas air dan aktivitas gunung merapi di Mars dengan menggunakan spektrometer dan pencitra elektronik. Diharapkan data yang diperoleh Odyssey akan membantu menjawab pertanyaan apakah pernah ada kehidupan di Mars. Selain itu, Odyssey juga berfungsi sebagai relay untuk komunikasi antara Eksplorasi Mars Rovers dan pendarat Phoenix ke Bumi.
Odyssey diluncurkan April 7, 2001 pada roket Delta II dari Cape Canaveral Air Force Station, dan mencapai orbit Mars pada 24 Oktober 2001, jam 2:30 UTC (Oktober 23, 07:30 PDT, 22:30 EDT ). Odyssey menggunakan teknik yang disebut "aerobraking" yang secara bertahap membawa pesawat ruang angkasa ke Mars lebih dekat dengan orbit masing-masing. Aerobraking berakhir pada bulan Januari, dan Odyssey mulai misi ilmu pemetaan pada tanggal 19 Februari 2002. Misi ketiganya diperpanjang dua tahun, hingga September 2010.
Pada tanggal 31 Juli 2008, NASA mengumumkan bahwa pendarat Phoenix mengkonfirmasi keberadaan air di Mars, seperti yang diperkirakan pada tahun 2002 berdasarkan data dari pengorbit Odyssey. Tim ilmu pengetahuan sedang mencoba untuk menentukan apakah air es mencair pernah cukup tersedia untuk biologi, dan jika karbon yang mengandung bahan kimia dan bahan baku lainnya untuk kehidupan yang hadir.








Kelompok 12:
1.      Anggoro Prasaja         13608052
2.      Riza Fakhlevi             13607070
3.      M Luthfi                     13607030
4.      Mirza Saladhin           13606051

LUNAR-A

Kelompok 11

SELENE


1. Misi Utama
Misi utama SELenological and ENgineering Explorer atau disingkat SELENE ialah untuk mendapatkan  data scientific mengenai asal usul pembentukan bulan beserta evolusinya. Selain itu SELENE  memiliki misi untuk melakukan berbagai percobaan untuk kepentingan pengembangan teknologi masa depan eksplorasi bulan.

2. Negara dan Organisasi Pengirim Wahana
Negara pengirim SELENE ialah Jepang sedangkan organisasi pengirimnya ialah
The Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

3. Tanggal Peluncuran, Pelaksanaan dan Penyelesaian Misi
a.     Tanggal peluncuran                       : 14 September 2007
b.     Tanggal pelaksanaan misi            : 3 Oktober 2007
c.      Tanggal penyelesaian misi           : 11 Juni 2009


4. Roket Peluncur
Kendaraan peluncur SELENE adalah H-IIA. Roket tersebut didesain sebagai roket peluncur yang efisien namun memiliki kinerja yang cukup baik sehingga H-II A adalah roket peluncur yang ekonomis.

5. Tahap Pelaksanaan Misi dan Orbit yang Dijalani
Selena terdiri dari satu satelit utama yaitu KAGUYA dan dua satelit kecil (OUNA dan OKINA).
Tahap-tahap dalam pelaksanaan misi ialah:
1.     Tahap pertama, pada tanggal 3 Oktober SELENA tiba di Orbit Bulan pada ketinggian 11741km
2.     Tahap kedua, pada tanggal 9 Oktober satelit OKINA dilepaskan dan mengorbit secara eliptik pada ketinggian 100 km sampai dengan 2400 km
3.     Tahap ketiga, pada tanggal 12 Oktober satelit OUNA dilepaskan dan mengorbit secara eliptik pada ketinggian 100 km sampai dengan 800 km
4.     Tahap keempat, pada tanggal 19 Oktober satelit KAGUYA mengorbit secara sirkuler (melingkar) pada ketinggian 100 km.

6. Hasil atau Penemuan Penting
Hasil atau penemuan penting yang diperoleh oleh SELENE ialah sebagai berikut:
1.     Berhasil mendapatkan informasi lengkap mengenai bentuk topografis permukaan bulan secara lengkap. Data tersebut kemudian disediakan untuk Google dan dipergunakan untuk membuat model bulan dalam 3Dimensi
2.     Mendapatkan data gravitasi bulan secara lengkap.
3.     Merupakan observasi crater pada bagian kutub selatan dari bulan





KELOMPOK  : 10
MISI               : SELENE
ANGGOTA    :
Nur Khairusy Syakirin       13608026
Nurhadi Pramana              13608027
Stefan Arichta                     13608043
H L Nasa Putra P                 13608048

Lunar Prospector



Misi Utama
Lunar Prospector bekerja selama sembilan belas bulan, dengan misi utama untuk menginvestigasi bulan, meliputi: (1) Komposisi permukaan bulan dan kemungkinan adanya es di kutub-kutub bulan; (2) mengukur medan magnetik dan medan gravitasi bulan; (3) mempelajari fenomena-fenomena alam yang terjadi setiap hari di bulan; dan (4) meneliti ukuran dan komposisi penyusun geologis serta komposisi dari inti bulan.

Hasil akhir dari misi ini akan berupa laporan komprehensif dan peta mendetail terkait asal-usul, evolusi, kondisi, dan sumber daya di bulan. Wahana ini membawa enam alat untuk menunjang eksperimen tersebut:
  1. Gamma Ray Spectrometer (GRS)
  2. Neutron Spectrometer (NS)
  3. Magnetometer (MAG)
  4. Electron Reflectometer (ER)
  5. Alpha Particle Spectrometer (APS) 
  6. Doppler Gravity Experiment (DGE)

Wahana ini mengobservasi dengan cara merekam dan mengirimkan data secara terus menerus.



Organisasi Pengirim

Lunar Prospector adalah bagian program Discovery dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) - Office of Space Science. Secara khusus proyek ini dilakukan di NASA Ames Research Center, dengan kontraktor utama perusahaan dirgantara Lockheed Martin. Principal Investigator proyek ini adalah Dr. Alan Binder.




Tanggal Penting
Tanggal Peluncuran 7 Januari 1998, 02:28:44 UTC
Tanggal Masuk Orbit Bulan 11 Januari 1998, 10:28:00 UTC
Tanggal Misi Selesai 31 Juli 1999, 09:52:02 UTC


Hasil Misi

Neutron Spectrometer Instrument
Hasil penting didapat melalui Neutron Spectrometer Instrument yang diumumkan pada 5 Maret 1998. Lunar Prospector disinyalir menemukan kumpulan air dalam bentuk es di kutub bulan. NSI mendeteksi adanya konsentrasi hidrogen, yang diasumsikan terkandung dalam senyawa H2O. Data yang berhasil dikumpulkan mengindikasikan adanya air dalam jumlah besar, diperkirakan sekitar 300 juta metrik ton. Penemuan ini menjadi penemuan pertama bukti adanya kandungan air di kutub bulan.

Hasil penting lain yang didapat melalui Neutron Spectrometer Instrument adalah data mengenai komposisi permukaan bulan. Alat tersebut sensitif terhadap keberadaan besi (Fe) dan titanium (Ti). Berdasarkan konsentrasi kedua unsur tersebut, bulan dipetakan menjadi tiga bagian: (1) mare basalt, daerah yang kaya akan Fe dan Ti; (2) highland area, daerah sedikit mengandung Fe dan Ti; dan (3) floor of the South Pole-Aitken basinand rims of the circular Maria, daerah yang dengan kandungan fed an Ti sedang.

Data dari spectrometer sinar gama juga menunjukkan bahwa batuan di bulan mengandung banyak potassium, fosfor, uranium, dan thorium.


Medan Gravitasi
Hasil dari S-Band Tracking dan perhitungan melalui sifat pergeseran Doppler memberikan informasi detail tentang medan gravitasi bulan. Pengamatan menyimpulkan bahwa momen inersia bulan adalah sebesar 0.3929-0.3933. Inti bulan massanya sekitar 1-4% dari massa total bulan, sehingga bisa diketahui bahwa jejari inti bulan adalah sekitar 220-590 km. Nilai 220 km menunjuukan bahwa intinya berupa besi murni, sedangkan angka 590 km menunjukkan paduan sulfida dari besi. Hal ini mendukung hipotesis bahwa bulan terbentuk akibat tabrakan besar di bumi saat masa akresinya. 


Medan Magnet
Bulan tidak memiliki medan magnet secara global, melainkan secara lokal. Melalui magnetometer/electron reflectometer yang dibawa dapat menentukan daerah- daerah konsentrasi medan magnet dari bulan.





Kelompok 9 - Reinhardt Albert 13608029 \ Paskal Panuntun 13608037 \ Andita
Sakti 13608041 \ Damas Chandra 13608056

LUNA 9


Luna 9 (seri E-6) (nama internal E-6 N. 13) adalah misi luar angkasa tak berawak dari program Luna Uni Soviet. Pada tanggal 3 Februari 1966, satelit Luna 9  adalah pesawat ruang angkasa pertama yang mencapai soft landing pada setiap permukaan planet lain selain bumi untuk mengirimkan data foto ke Bumi.
Berat stasiun lunar otomatis yang telah melakukan pendaratan mulus ini adalah 99 kg. Ia menggunakan tas pendaratan dan selamat dari benturan pada 15 meter / detik (54 km / h atau 34 mph). Ini adalah wadah tertutup rapat dengan peralatan radio, perangkat program waktu, sistem kontrol panas, perlengkapan ilmiah, sumber daya, dan sistem televisi. The Luna 9 payload dibawa ke orbit Bumi oleh kendaraan A-2-E dan kemudian disampaikan ke Bulan dengan roket tahap keempat yang memisahkan diri dari payload. Perlengkapan terbang dipisahkan dari payload sesaat sebelum Luna 9 mendarat
Setelah mendarat di Procellarum Oceanus pada tanggal 3 Februari, empat kelopak, yang menutupi bagian satelit, membuka ke luar dan menyetabilkan satelit pada permukaan bulan. Spring-controlled antennas mengasumsikan posisi pengoperasian, dan kamera televisi memutar sistem cermin, yang dioperasikan dengan cara dimiringkan lalu diputar, lalu mulai survei fotografi lingkungan bulan. Tujuh sesi radio, sebanyak 8 jam dan 5 menit, ditransmisikan sebagai tiga rangkaian gambar TV.
Ketika dikumpulkan, foto-foto memberikan panorama permukaan bulan terdekat. Gambar-gambar yang didapat menyertakan pemandangan batuan bulan dan pemandangan cakrawala 1,4 km jauhnya dari satelit.
Dengan misi ini, Soviet berhasil menyelesaikan misi spektakuler lain dalam perlombaan luar angkasa; perndaratan pertama yang dapat bertahan pada permukaan benda langit lain.. Luna 9 adalah upaya kedua belas pada satelit pendarat lunak oleh Soviet, selain itu Luna 9 merupakan roket jarak jauh yang pertama dibangun oleh biro desain Lavochkin, yang pada akhirnya akan merancang dan membangun hampir semua Soviet (dan Rusia) pesawat luar angkasa ke bulan maupun planet lain. Semua operasi sebelum pendaratan terjadi tanpa kesalahan, dan kapsul 58 sentimeter spheroid ALS mendarat di Bulan pada 18:45:30 UT pada 3 Februari 1966 barat Reiner kawah dan Marius di Ocean of Storms (di 7 ° 8 ' lintang utara dan 64 ° bujur barat 22 '). Sekitar lima menit setelah touchdown, Luna 9 mulai mengirim data ke Bumi, tapi itu tujuh jam (setelah matahari naik ke 7 elevasi °) sebelum mulai mengirimkan probe pertama dari sembilan gambar (termasuk lima panorama) dari permukaan Bulan .
Spesifikasi

Operator                         : Soviet Union
Major Contractor             : GSMZ Lavochkin
Mission type                  : Lander
Satellite of                      : Moon
Launch date                             : January 31, 1966 at 11:45:00 UTC
Launch vehicle               : Molniya 8K78M (4-Stage R-7/SS-6)
Mission duration            : 6 days. Last transmission February 6, 1966, 22:55 




Misi Luna-9
kelompok:
Fatkhur Rahman 13608007
Ahmad Furqan 13608017
Abraham Harya 13608018
Akmal Auliya 13608024