Thursday, May 26, 2011

Lunar Prospector



Misi Utama
Lunar Prospector bekerja selama sembilan belas bulan, dengan misi utama untuk menginvestigasi bulan, meliputi: (1) Komposisi permukaan bulan dan kemungkinan adanya es di kutub-kutub bulan; (2) mengukur medan magnetik dan medan gravitasi bulan; (3) mempelajari fenomena-fenomena alam yang terjadi setiap hari di bulan; dan (4) meneliti ukuran dan komposisi penyusun geologis serta komposisi dari inti bulan.

Hasil akhir dari misi ini akan berupa laporan komprehensif dan peta mendetail terkait asal-usul, evolusi, kondisi, dan sumber daya di bulan. Wahana ini membawa enam alat untuk menunjang eksperimen tersebut:
  1. Gamma Ray Spectrometer (GRS)
  2. Neutron Spectrometer (NS)
  3. Magnetometer (MAG)
  4. Electron Reflectometer (ER)
  5. Alpha Particle Spectrometer (APS) 
  6. Doppler Gravity Experiment (DGE)

Wahana ini mengobservasi dengan cara merekam dan mengirimkan data secara terus menerus.



Organisasi Pengirim

Lunar Prospector adalah bagian program Discovery dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) - Office of Space Science. Secara khusus proyek ini dilakukan di NASA Ames Research Center, dengan kontraktor utama perusahaan dirgantara Lockheed Martin. Principal Investigator proyek ini adalah Dr. Alan Binder.




Tanggal Penting
Tanggal Peluncuran 7 Januari 1998, 02:28:44 UTC
Tanggal Masuk Orbit Bulan 11 Januari 1998, 10:28:00 UTC
Tanggal Misi Selesai 31 Juli 1999, 09:52:02 UTC


Hasil Misi

Neutron Spectrometer Instrument
Hasil penting didapat melalui Neutron Spectrometer Instrument yang diumumkan pada 5 Maret 1998. Lunar Prospector disinyalir menemukan kumpulan air dalam bentuk es di kutub bulan. NSI mendeteksi adanya konsentrasi hidrogen, yang diasumsikan terkandung dalam senyawa H2O. Data yang berhasil dikumpulkan mengindikasikan adanya air dalam jumlah besar, diperkirakan sekitar 300 juta metrik ton. Penemuan ini menjadi penemuan pertama bukti adanya kandungan air di kutub bulan.

Hasil penting lain yang didapat melalui Neutron Spectrometer Instrument adalah data mengenai komposisi permukaan bulan. Alat tersebut sensitif terhadap keberadaan besi (Fe) dan titanium (Ti). Berdasarkan konsentrasi kedua unsur tersebut, bulan dipetakan menjadi tiga bagian: (1) mare basalt, daerah yang kaya akan Fe dan Ti; (2) highland area, daerah sedikit mengandung Fe dan Ti; dan (3) floor of the South Pole-Aitken basinand rims of the circular Maria, daerah yang dengan kandungan fed an Ti sedang.

Data dari spectrometer sinar gama juga menunjukkan bahwa batuan di bulan mengandung banyak potassium, fosfor, uranium, dan thorium.


Medan Gravitasi
Hasil dari S-Band Tracking dan perhitungan melalui sifat pergeseran Doppler memberikan informasi detail tentang medan gravitasi bulan. Pengamatan menyimpulkan bahwa momen inersia bulan adalah sebesar 0.3929-0.3933. Inti bulan massanya sekitar 1-4% dari massa total bulan, sehingga bisa diketahui bahwa jejari inti bulan adalah sekitar 220-590 km. Nilai 220 km menunjuukan bahwa intinya berupa besi murni, sedangkan angka 590 km menunjukkan paduan sulfida dari besi. Hal ini mendukung hipotesis bahwa bulan terbentuk akibat tabrakan besar di bumi saat masa akresinya. 


Medan Magnet
Bulan tidak memiliki medan magnet secara global, melainkan secara lokal. Melalui magnetometer/electron reflectometer yang dibawa dapat menentukan daerah- daerah konsentrasi medan magnet dari bulan.





Kelompok 9 - Reinhardt Albert 13608029 \ Paskal Panuntun 13608037 \ Andita
Sakti 13608041 \ Damas Chandra 13608056

No comments:

Post a Comment